Perkembangan Teknologi ke arah yang serba digital saat ini mengalami peningkatan yang pesat. Era digital mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat terutama internet. Internet merupakan sistem jaringan computer yang saling terhubung secara global dengan menggunakan paket protocol internet (TCP/IP) untuk mengbungkan perangkat ke seluruh dunia (Wikipedia). Internet mempengaruhi perekonomian dalam masyarakat. Terutama transaksi jual beli yang sebelumnya hanya dilakukan dengan tatap muka, kini jauh lebih mudah karena dilakukan melalui internet. Dengan adanya internet perdagangan bebas menjadi meluas. Hal ini menyebabkan semakin tingginya persaingan yang harus dihadapi oleh semua pihak, terutama pihak perusahaan suatu produsen. Perusahaan harus menentukan strategi pemasaran yang tepat salah satunya dengan cara promosi melalui media sosial. Menurut data statistik dan hasil survei ekonomi kreatif media sosial menduduki peringkat pertama yang digunakan dalam pemasaran industri ekonomi kreatif sebesar 53,72%
Di ikuti dengan perkembangan industri kreatif di tanah air saat ini yang cukup pesat. Pada tahun 2015 sektor Ekonomi Kreatif menyumbangkan 852 triliun rupiah terhadap PDB nasional (7,38%) dan nilai ekspor US$ 19,4 miliar (12,88%) dengan ekspor ekonomi kreatif kuliner (41,69%), fashion (18,15%), kriya (15,70%). Sedangkan pada akhir tahun 2019 sektor Ekonomi Kreatif menyumbang 1.200 triliun rupiah(Data statistik dan hasil survei ekonomi kreatif). Hal tersebut terlihat bahwa Ekonomi Kreatif mampu memberikan konstribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Konstribusi pertumbuhan ekonomi tersebut kebanyakan berasal dari pelaku UMKM. Namun tidak semua UMKM di Indonesia mengalami berhasilan. Dikarenakan UMKM yang berada di wilayah kabupaten masih mengalami permasalahan dalam hal pemasaran produk. Sedangkan menurut Sok et al (2013) faktor penentu keberhasilan UMKM adalah kemampuan pemasaran kemampuan inovasi produk dan kemampuan untuk belajar dari keberhasilan maupun kegagalan di masa lalu.
Salah satu contoh UMKM yang mengalami permasalahan pemasaran adalah kelurahan Ngaglik yang terletak di kecamatan Batu, dikelilingi oleh kawasan perhotelan dan wisata. Hal tersebut mendorong masyarakat Ngaglik untuk menciptakan UMKM, meliputi sentral batik, industry kripik kentang, olahan makanan (kripik buah), dan kerajinan tangan. UMKM kelurahan Ngaglik dikelola oleh karang taruna desa setempat. Karang taruna desa Ngaglik yang mayoritas mengikuti program UMKM mengalami permasalahan dalam memasarkan produk uggulan. Hal tersebut dikarenakan Karang taruna Kelurahan Ngaglik hanya memasarkan produk unggulan di sekitar wilayah kelurahan tersebut dan tidak diimbangi dengan era digital saat ini .
Oleh karena itu dibutuhkan sebuah inovasi baru berupa SPAM (Smart Application for Marketing) sebagai solusi permasalahan yang dihadapi oleh karang taruna Kelurahan Ngaglik Kecamatan Batu. SPAM merupakan aplikasi pemasaran produk – produk UMKM di Kelurahan Ngaglik yang dapat menjangkau secara luas di seluruh wilayah Indonesia maupun kawasan mancanegara. Aplikasi ini juga dianggap mampu untuk mengikuti perkembangan teknologi di era digital dan dapat memberikan konstribusi terhadap sektor ekonomi kreatif.
